Surau TV

Banner

Dalam Pengamanan UNRAS BEM Se-Indonesia, Polresta Pekanbaru Terlihat "Berbeda"

Image
Friday, 23 February 2018 | 16:40:05 WIB


Pekanbaru (nusapos.com)- Polresta Pekanbaru mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Se Indonesia (BEMSI) di gedung DPRD Riau yang berada di jalan Sudirman Pekanbaru, dalam pengamanan aksi unjuk rasa ini tampak sedikit berbeda dimana terlihat Polwan-Polwan cantik Polresta Pekanbaru berpakaian rompi yang bertuliskan Negosiator Polresta Pekanbaru dibarisan paling depan dalam menghadapi mahasiswa. Kamis(22/2/2018) sekira pukul 14.00 Wib.

Dalam pantauan dilapangan, mahasiswa yang UNRAS awalnya membuat barisan depan laki laki, melihat yang dihadapi mereka adalah ibu-ibu polwan, maka koordinator mahasiswa meminta untuk mahasiswi yang ikut demo untuk menjadi barisan paling depan, agar seimbang wanita dengan wanita.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto S.IK SH, MH melalui AKBP Edy Sumardi S.IK saat diwawancarai media Riauexpress.com mengatakan,"Bahwa Polwan-Polwan Polresta dibarisan depan itu adalah salah satu cara kita (Polresta, red) agar meredam adik adik mahasiswa agar tidak anarkis." Tuturnya.

Menurut Perwira ini,"itu juga sudah SOP nya, bahwa mereka ditempatkan paling depan. Sebagai Team Negosiator yang di pimpin kasat Binmas dan ada beberapa polisi laki-laki lainnya." Jelas Wakapolresta Pekanbaru.

Sambungnya lagi,"Sesuai arahan bapak Kapolresta Pekanbaru saat apel pengamanan, bahwa kita semua dituntut untuk tetap humanis dalam menjalankan tugas pengamanan unjuk rasa yang tergabung dalam semua BEM se Indonesia ini." Jelas AKBP Edy Sumardi.

Kapolresta Kombes Pol Susanto S.IK SH, MH dalam arahannya apel pagi di gedung DPRD Riau, dalam pengamanan UNRAS BEMSI ini, mengatakan "hindarkan penggunaan senjata api dan lakukan sikap humanis terhadap para pengunjuk rasa yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Indonesia." Minta Kapolresta

Sambungnya, ada tiga titik lokasi Unras, yaitu PT Chevron Pasifik Indonesia, kantor DPRD Provinsi Riau dan kantor Gubernur Riau. Diperkirakan massa yang tergabung kurang lebih sebanyak 600 orang dengan perwakilan dari 120 kota se Indonesia. 

"Kepada seluruh anggota personil yang bertugas diharapkan agar selalu bersikap humanis hindari pemakaian senpi dan lakukan dengan sikap sabar, apabila ada gerakan yang mengakibatkan emosional,"tutur Kapolresta 

Lebih lanjut Susanto menambahkan bahwa masa menuntut tolak UU MD3, memperingati para wakil rakyat agar selalu berpihak kepada kepentingan rakyat dan menolak implementasi dari UU MD3 dan juga meminta menurunkan harga BBM jenis pertalite di Riau yang begitu tinggi."Unjuk rasa berakhir pada pukul 17. 30 WIB. Alhamdulillah semua giat berjalan dengan baik dan lancar,"tutup Kapolresta

Sumber : Humas Polresta Pekanbaru

Laporan : Juliardi

Editor : Red

loading...